Kamis, 19 Juli 2012

kelompok etnis

Kelompok etnik atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama.[1] Identitas suku pun ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut[2] dan oleh kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku atau ciri-ciri biologis.[1][3] Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah.[3] Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barth dan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok.[4] Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis. Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarahwan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.[5] Anggota suatu suku bangsa pada umumnya ditentukan menurut garis keturunan ayah (patrilinial) seperti suku bangsa Batak, menurut garis keturunan ibu (matrilineal) seperti suku Minang, atau menurut keduanya seperti suku Jawa. Adapula yang menentukan berdasarkan percampuran ras seperti sebutan "orang peranakan" untuk campuran bangsa Melayu dengan Tionghoa, "orang Indo" sebutan campuran bule dengan bangsa Melayu, "orang Mestis" untuk campuran Hispanik dengan bumiputera, "orang Mulato" campuran ras Negro dengan ras Kaukasoid, Eurosia, dan sebagainya. Adapula ditentukan menurut agamanya, sebutan Melayu di Malaysia untuk orang bumiputera yang muslim, orang Serani bagi yang beragama Nasrani (peranakan Portugis seperti orang Tugu), suku Muslim di Bosnia, orang Moro atau Bangsamoro di Filipina Selatan, dan sebagainya oleh ROFIDAH HUSEN 105310168910

Wisata Pantai Galesong Makin Asik Saja Featured







  • font size
     decrease font size increase font size

dipublish : NURDIN ( 105310169110 )

Taman di Resor Pantai GalesongTaman di Resor Pantai GalesongFurqon Majid



MEMANG hanya sepiring pisang goreng keju dan segelas teh manis hangat. Disantap berdua pula. Tapi akhir pekan di Pantai Wisata Galesong Utara sangat indah. Angin laut dan panorama bias jingga matahari redup di horison membuat setiap gigit potongan pisang kepok terasa legit.
Saya datang ke sebuah resor Pantai Wisata Galesong Utara, Desa Tamalate, Kabupaten Takalar, Minggu (21/2/2011), bersama istri. Letak pantai ini tidak jauh dari Kota Makassar. Hanya butuh waktu 35 menit menyusuri jarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Makassar.

Sejarah Kota Palopo


dipublish : NURDIN ( 105310169110 )
Kota tanpa sejarah adalah kota mati. Justru itu, rekonstruksi artefak-artefak dari masa lalu sangat berguna untuk mengetahui asal-usul suatu kota, pertumbuhan, dan perubahannya, termasuk potensi pengalaman dan cita pikiran masa lalu yang merepresentasikan jiwa zaman dalam mendesain kota (mikrokosmos).

Senin, 09 Juli 2012

"Badik" Pusaka Bugis Makassar


Ewako adalah sebuah kata yang akrab di telinga masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Bugis-Makassar. Menurut Kamus Populer Inggris-Makassar Indonesia-Makassar, kata rewako merupakan terjemahan dari kata ‘berani’ dalam bahasa Indonesia. Keberanian masyarakat Bugis-Makassar tergambar dalam semboyan pelaut Bugis-Makassar, yang juga menjadi petuah (pappasang) ”Takunjunga bangunturu’ Takugunciri gulingku Kualleanna Tallanga Natoalia. Artinya: Tidak begitu saja aku ikut angin buritan. Aku akan putar kemudiku. Lebih baik aku tenggelam daripada balik haluan.
Mungkin kata-kata EWAKO ini memang cocok dengan senjata khas Sulawesi Selatan yang akan kita bahas yaitu “BADIK

Jumat, 06 Juli 2012

KOPI ENREKANG CANDU INTERNASIONAL



Terletak di daerah dengan iklim dingin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu penghasil kopi berkualitas bagus yang mendapat pengakuan dari beberapa negara di dunia. Bahkan, tahun 2008, Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PKKI) menempatkan kopi hasil Bumi Massenrempulu tersebut di rating pertama terbaik di Indonesia.
Enrekang terletak di ketinggian hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang sebagian besar wilayahnya berada dalam tekstur pegunungan dan berbukit.
Berdasarkan prestasi itu, Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP Kapet) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, wilayah Ajatappareng kemudian menjalin kerja sama dengan investor dari negeri jiran, Malaysia, yang mulai melirik dan tertarik dengan biji kopi petani Enrekang

Sabtu, 30 Juni 2012

Coto Kuda dan Gantala Jarang khas Jeneponto



 
JENEPONTO, SO--Bila anda berkunjung ke Jeneponto, jangan pernah untuk menghilangkan kesempatan mencicipi masakan khas daerah ini, yaitu cotto kuda dan gantala jarang. Sekali anda mencoba dijamin anda akan ketagihan.  Hal itu diungkapkan  Muhammad Yusuf Bayu pada www.sumbaronline.com di Jeneponto Kamis (12/4), dengan mimik wajah serius tanpa ada niat untuk berpromosi.

ke'te kesu' Objek Yang Wajib Dikunjungi.


Salah satu objek wisata yang harus dan wajib dikunjungi saat berada di Tana Toraja adalah Ke’te’ Kesu'. Namanya agak ribet ya? Ke’te’ Kesu’ ini menggambarkan Toraja yang sering kali terlihat baik di televisi maupun gambar-gambar iklan pariwisata. Tidak susah sebenarnya untuk menemukan Ke’te’ Kesu’. Jika Anda sudah berada di persimpangan Karassik dimana terdapat patung kerbau putih, ambillah jalan yang ke kiri. Ke’te’ Kesu’ searah dengan Buntu Pune. Hanya saja jarak dari Buntu Pune masih cukup jauh. Mungkin sekitar 4-5 km lagi. Tidak usah ragu meskipun jalan terlihat nggak begitu ramai. Berjalanlah terus sampai Anda menemuka Ke’te’ Kesu’.